Sabtu, 04 April 2015

Pesan Alhabib Abdullah bin Alwi Alhaddad (Shohibur Ratib)

Alhabib Abdullah Al-Haddad menyebutkan: Seyogyanya kau mau / bersedia:

1. mengajarkan orang yang jahil ( tidak tahu ),
2. membimbing orang yang tersesat, dan
3. mengingatkan orang yang lalai/lupa,

-> hati2 jangan kau tinggalkan 3 hal tersebut dengan beralasan :
- orang yang mengajar dan mengingatkan itu kan hanya orang yang mengamalkan ilmunya, sedangkan aku bukan seperti itu,, atau
- aku kan bukan seorang yang membidangi dalam pendidikan, itu kan akhlak / kebiasaan nya akabir ( orang2 mulia )

----> ini semua adalah talbis ( pengkaburan faham ilmu ) dari syaithan, sebab mengajarkan dan mengingatkan merupakan bagian paket dari pada pengamalan ilmu.

Akabir ( orang2 mulia ) seperti para ulama shalih, awliya dsb itu tak menjadi mulia kecuali dengan sebab :
1. fadhlullah ( anugrah Allah )
2. mengamalkan ketaatan kepada Allah, dan
3. mereka terbiasa selalu membimbing hamba2 Allah menuju ke jalan Allah.

Jika kau bukan seorang yang membidangi dalam pembimbingan/pendidikan, maka tak ada jalan lagi bagi mu untuk mendapatkan keahlian dalam hal tersebut terkecuali dengan :
- membiasakan mengamalkan amal2 kebaikan,
- mengajak orang lain untuk mau mengamalkan kebaikan.

Sesungguhnya yang buruk itu adalah seorang yang mengaku2 baik dan suka mengajak kepada ajakan yang tidak benar.

Dikutip dan di terjemahkan dari kitab risalah muawanah hal 132 fasal alhubbu fillah wal bugdhu fillah.

Maka ajarkanlah apa yang kita sudah ketahui dari majlis2 ilmu dan penerangan para ulama, ustadz, kyai, dsb tanpa mengada2, tidak menambah2, bukankah Nabi menyatakan :

بلغوا عني ولو آية

Sampaikan apa yang berasal dariku walaupun hanya satu ayat.

والله أعلم بالصواب